Kebab Turki Baba Rafi, Buah Kenekadan Seorang Arek Suroboyo

Bicara tentang bisnis kebab di Indonesia, maka ada satu brand yang akan langsung melintas di ingatan. Apakah itu? Ya apalagi kalau bukan Baba Rafi. 
Suksesnya brand kebab Turki Baba Rafi menasional bahkan go internasional tidak terlepas dari sentuhan ulet seorang arek Surabaya bernama Hendy Setiono. Mendapat inspirasi bisnis saat melakukan perjalanan ke Qatar, dimana ia mendatangi banyak penjaja kebab, termasuk yang paling ramai pengunjung, Hendy yang saat itu belum genap 20 tahun itupun bertekad untuk mengembangkan bisnis kebab di Indonesia.
Bulan September 2003 menjadi saat bersejarah bagi Hendy Setiono. Waktu itulah Hendy mulai merintis usaha kebabnya. Dengan sebuah gerobak, Hendy beroperasi di area Nginden Semolo. Berpartner dengan Hasan Baraja, Hendy memodifikasi rasa dan performa kebab Turki produksinya agar lebih pas dengan selera orang Indonesia.
Sebagai arek Surabaya, Hendy Setiono ternyata memiliki karakter bondho nekad juga. Kenekadannya ini ditunjukkannya dengan meninggalkan kuliah yang telah masuk semester 4 agar lebih bisa fokus dalam menekuni bisnis kebabnya. Tentu saja keputusannya ini mendapat penentangan dari orang tuanya yang menganggap bisnis kebab puteranya itu hanya iseng-iseng saja. Namun ternyata Hendy sangat serius dalam berbisnis dan bertekad untuk membuktikan bahwa ia bisa sukses dengan jalan itu. 
Perjuangan keras dan nekad Hendy Setiono mulai menampakkan hasil. Tahun 2005, berdirilah PT Baba Rafi Indonesia sebagai pemegang hak merk Kebab Turki Baba Rafi. Hendy Setiono kemudian mewaralabakan merk dagangnya itu. 
Awalnya, kantor pusat PT Baba Rafi Indonesia berlokasi di Surabaya. Dalam perkembangannya, tahun 2010 Hendy Setiono melakukan ekspansi dan memindahkan pusatnya ke Jakarta. Sampai saat ini, telah ada lebih dari 1000 outlet Kebab Turki Baba Rafi yang berdiri bukan hanya di Indonesia, tetapi juga go international di Malaysia, Filipina, hingga Belanda.
Demi menjaga kualitas, pada tahun 2009, kebab Turki Baba Rafi menggandeng Belfoods Indonesia untuk peningkatan mutu dan gizi pada daging kebabnya. Di tahun itu juga Kebab Turki Baba Rafi memperoleh sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia.   
Mau tahu omsetnya? Menurut pengakuan Yudhi K, pemilik 5 outlet kebab Turki baba Rafi di Banjarmasin, tiap outletnya mampu meraup omset 1 juta rupiah, per hari. Ya, per hari dan bukan per bulan. Allahu Akbar!

Komentar